Home » » Tugas Praktikum 3 | Rangkaian Elektronika

Tugas Praktikum 3 | Rangkaian Elektronika

Ini adalah edisi khusus Tugas Praktikum 3 Rangkaian Elektronika

    Siang, Gan! Kali ini saya akan mendiskusikan pembuatan rangkaian listrik sederhana yang dilakukan pada Kamis, 20 Maret 2014 pukul 13.00 s.d. 15.00 WIB di Laboratorium Rangkaian Elektronika, Gedung Ilmu Komputer FPMIPA-C, Universitas Pendidikan Indonesia.

    Pada praktikum kali ini, kami diinstruksikan untuk menyusun rangkaian listrik sederhana pada sebuah PCB, terdiri atas rangkaian resistor yang disusun secara seri dan paralel. Kedua susunan ini sesungguhnya tidak berada di dalam satu rangkaian yang sama, tetapi menggunakan sebuah PCB yang sama. Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. PCB; tempat meletakkan seluruh komponen elektronika lain;
2. Resistor; untuk menghambat arus listrik;
3. LED; untuk memancarkan cahaya;
4. Solder; untuk merekatkan komponen dengan tinol pada PCB;
5. Dudukan solder; untuk menempatkan solder yang panas ketika hendak digunakan atau sedang tidak digunakan dalam waktu pendek;
6. Pasta solder; untuk membersihkan mata solder;
7. Tinol; untuk merekatkan atau menempelkan komponen yang dihubungkan pada PCB;
8. Baterai; untuk membangkitkan tegangan listrik pada komponen;
9. Pemotong/tang; untuk memotong kaki dari komponen yang tidak digunakan;
10. Kertas; untuk ditulisi oleh pulpen;
11. Spidol; untuk menuliskan identitas diri pada kertas;
12. Double tape; untuk melekatkan kertas identitas diri pada komponen PCB.
Berikut ini adalah penampakan alat dan bahan yang berhasil saya himpun ketika pelaksanaan Praktikum Rangkaian Elektronika berlangsung, ada beberapa yang tidak terdokumentasikan, hehe. Langsung aja, ini dia penampakannya:

(Sumber gambar: dokumentasi penulis)

    Rangkaian pertama adalah rangkaian sederhana dengan dua buah resistor yang disusun secara seri. Pada rangkaian ini, besar hambatan yang digunakan harus berada pada kisaran 200 s.d. 500 ohm. Resistor yang saya dan rekan-rekan gunakan adalah jenis resistor film metal. Adapun resistor yang saya gunakan pada kesempatan itu adalah resistor dengan gelang warna sebagai berikut:
resistor pertama : cokelat-hitam-hitam-emas;
resistor kedua : merah-merah-cokelat-emas.

    Untuk menghitung nilai hambatan pada resistor, kita perlu mengetahui nilai dari masing-masing gelang warna yang ada. Berikut ini adalah gambar mengenai nilai gelang warna pada resistor film metal:

(sumber gambar: http://begawanariyanta.files.wordpress.com/2012/04/r_tabel.png)

    Dengan mengetahui nilai gelang warna, kita akan dapat menghitung nilai hambatan pada resistor yang disusun secara seri. Dengan demikian, nilai hambatan pada masing-masing resistor adalah sebagai berikut:
Besar nilai hambatan resistor pertama yang saya gunakan (cokelat-hitam-hitam-emas) adalah [1-0-10^0-5%]. Dua buah nilai gelang warna pertama dari resistor disandingkan secara langsung (menjadi 10), nilai ketiga sebagai pengali (x10^0), dan nilai keempat ialah menunjukkan besar toleransi (+ atau - 5%). Dengan mengabaikan nilai toleransi, maka besar hambatan pada resistor pertama adalah 10 x 10^0 = 10 ohm.
Resistor kedua pada rangkaian ini (merah-merah-cokelat-emas) adalah [2-2-10^1-5%]. Serupa dengan langkah pada perhitungan di atas sehingga didapatkan besar hambatan pada resistor ini adalah 22 x 10^1 = 220 ohm.

Selanjutnya, nilai hambatan pengganti atau total dari kedua buah resistor yang disusun secara seri dihitung berdasarkan persamaan berikut:
RTot = R1 + R2
sehingga -->
  RTot = 10 ohm + 220 ohm
  RTot = 230 ohm

Setelah didapatkan hasil hambatan pengganti, kita perlu mengetahui besar kuat arus listrik yang bekerja pada rangkaian tersebut dengan formula sebagai berikut:
V = I x R
sehingga -->
        I = V / R
        I = 9 volt / 230 ohm
        I = 0,039 ampere

Untuk menghitung daya listrik yang bekerja, dapat melalui perhitungan sebagai berikut:
P = V^2 / R
P = 9^2 volt / 230 ohm
P = 81 volt / 230 ohm
P = 0,35 watt

        atau

P = I^2 x R
P = 0,039^2 ampere x 230 ohm
P = 0,01521 ampere x 230 ohm
P = 0,35 watt

    Selanjutnya adalah pemasangan rangkaian sederhana dengan resistor yang disusun secara paralel. Pada rangkaian ini saya menggunakan dua buah resistor dengan gelang warna sebagai berikut:
resistor pertama : kuning-biru-cokelat-emas;
resistor kedua : kuning-biru-cokelat-emas.
Pada rangkaian ini pun berlaku ketentuan minimal nilai hambatan yang digunakan adalah 200 ohm, hingga ada yang berhasil menggunakan hambatan mencapai 1000 ohm. Mari kita hitung kembali besar hambatannya!

    Kebetulan pada rangkaian ini saya menggunakan resistor dengan gelang warna yang sama agar mempermudah perhitungan, hehe. Oke tanpa basa-basi, kita hitung aja, ya! Kedua resistor memiliki gelang warna (kuning-biru-cokelat-emas) adalah [4-6-10^1-5%], dengan asumsi perhitungan yang sama masing-masing memiliki nilai hambatan sebesar 46 x 10^1 = 460 ohm. Dari perhitungan tersebut, kita mendapatkan nilai kedua buah resistor yang masing-masing besarnya 460 ohm.

    Selanjutnya, kita harus menentukan nilai hambatan pengganti atau total yang bekerja pada rangkaian paralel ini berdasarkan formula sebagai berikut: 
1 / RTot = 1 / R1 + 1 / R2
sehingga -->
  1 / RTot = 1 / 460 ohm + 1 / 460 ohm
  1 / RTot = 2 / 460 ohm
  RTot   = 460/2 ohm
  RTot   = 230 ohm
Adapun besar kuat arus listrik yang bekerja pada rangkaian adalah memenuhi persamaan sebagai berikut:
V = I x R
sehingga -->
        I = V / R
        I = 9 volt / 230 ohm
        I = 0,039 ampere

Untuk menghitung daya listrik yang bekerja, dapat melalui perhitungan sebagai berikut:
P = V^2 / R
P = 9^2 volt / 230 ohm
P = 81 volt / 230 ohm
P = 0,35 watt

        atau

P = I^2 x R
P = 0,039^2 ampere x 230 ohm
P = 0,01521 ampere x 230 ohm
P = 0,35 watt

              Berikut ini adalah langkah-langkah menyolder:

1. hubungkan solder ke terminal listrik;
2. panaskan solder, bisa menggunakan dudukan solder agar lebih aman ketika memanaskan;
3. susunlah komponen pada rangkaian sesuai kebutuhan dan tujuan;
4. pastikan pemasangan telah sesuai dan telah mengujicobakannya terlebih dahulu (menyala atau tidaknya komponen yang telah dibuat) dengan menghubungkan rangkaian sederhana tadi dengan sumber tegangan listrik (misal: baterai 9 volt);
5. jika telah yakin, maka solderlah bagian yang ingin dihubungkan secara bijak dan hati-hati;
6. potonglah atau tekuk bagian yang tidak diperlukan pada rangkaian dengan menggunakan pemotong (misal: tang);
7. selesai! Putuskan hubungan solder dari terminal listrik jika sudah tidak digunakan.

Berikut ini adalah penampakan-penampakan hasil praktikum milik saya:


(Sumber gambar: dokumentasi penulis)

(Sumber gambar: dokumentasi penulis)

(Sumber gambar: dokumentasi penulis)

(Sumber gambar: dokumentasi penulis)

    Demikian pembahasan kali ini. Silakan tinggalkan komentar dan saran konstruktif agar kualitas bacaan pada blog ini tetap terjaga! Silakan share jika bermanfaat!


Referensi:
Selain gambar tabel gelang warna resistor, referensi blog ini adalah dari dokumentasi dan pemaparan penulis.
Terima Kasih atas Kunjungan Anda
Saat ini Anda Sedang Membaca : Tugas Praktikum 3 | Rangkaian Elektronika
Ditulis Oleh : Rizki Cahyana
Jika mengutip sebagian dari artikel, harap memberikan Link DOFOLLOW yang menuju pada artikel Tugas Praktikum 3 | Rangkaian Elektronika ini. Budayakan saling menghargai dan menjunjung tinggi antiplagiarisme.
Silakan berkomentar relevan dan tidak mencantumkan link aktif.

Admin - Official Blog of Rizki Cahyana

Comments
6 Comments

6 komentar:

  1. Gan mw nanya, beli tempat naruh soldernya itu dimana yah :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya ada di toko-toko elektronik, Gan. Tapi kalau sekarang-sekarang mah toko online juga banyak, hehe..
      Terima kasih sudah mengunjungi :)

      Hapus
  2. wah keren nih gan kebetulan saya juga jurusan elektro

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat, Gan :)
      Terima kasih telah berkunjung..

      Hapus
  3. Ane pernah buat ini juga saat smk, tapi kenapa engk nyala ya gan, padahal ane udah bener masang komponen2 nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kemungkinan lampu LED nya ngga kuat nerima arusnya, terus dia putus dan ngga nyala..
      Bisa cek LED nya masih nyala atau ngga dengan menggunakan avometer, lebih enaknya yang digital.. :)

      Terima kasih telah berkunjung, Gan..

      Hapus

Copyright © Selamanya Hak Cipta Hanya Milik Allah subhanahu wataala
Owner at Official Blog of Rizki Cahyana : Rizki Cahyana
Created by Maskolis Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger