Resume Perkuliahan Konsep Teknologi


RESUME PERKULIAHAN KONSEP TEKNOLOGI

(Rizki Cahyana (1307698); Kelas A Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia)



Konsep Teknologi

Konsep secara sederhana didefinisikan sebagai ide atau gagasan, sedangkan teknologi secara sederhana didefinisikan sebagai sesuatu yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Dengan demikian, konsep teknologi adalah ide-ide atau gagasan tertentu sedemikian sehingga yang digunakan dalam rangka memudahkan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas manusia.

Komponen Teknologi

Secara konsep, teknologi pada hakekatnya terklasifikasikan ke dalam beberapa kategori komponen, terdiri atas humanware, technoware, organware, dan infoware.
1.    Humanware
Pada bagian ini, teknologi direpresentasikan oleh ide-ide atau gagasan yang berasal dari pemikiran manusia. Secara sederhana, teknologi pada bagian ini terletak pada diri manusia itu sendiri. Bentuk teknologinya terdeskripsikan pada domain yang digaungkan oleh Bloom, yaitu meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau perilaku serta semangatnya. Hakekatnya, manusia menghadirkan, mengembangkan teknologi untuk membantu dirinya dalam rangka mengoptimalkan kinerja dan produktivitas. Manusia itu sendiri berdaya cipta.
2.    Technoware
Teknologi pada bagian ini terkandung pada peralatan dan mesin-mesin produksi yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari. Ketersediaan peralatan dan mesin tersebut diharapkan akan saling bersinergi dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja.
3.    Organware
Pada bagian ini, teknologi diasumsikan terkandung pada kelembagaan, organisasi, dan manajemen. Melalui pengorganisasian yang baik, diharapkan menghasilkan proses yang sinergi. Dengan demikian, pola pengorganisasian yang baik oleh suatu manajemen tertentu akan menghasilkan kerja sama yang lebih efektif, efisien, dan teratur sehingga memberikan suatu kekuatan yang besar namun taktampak mata.
4.    Infoware
Teknologi pada bagian ini direpresentasikan oleh media yang terdokumentasi, misalnya lembaran paten, rumus, buku, gambar, dan seterusnya. Dengan pendokumentasian teknologi, maka diharapkan pengulangan penemuan teknologi tidak perlu terjadi lagi.

Layer Teknologi Informasi

1.    Data
2.    Informasi
3.    Proses
4.    Interface

Di dalam dunia teknologi informasi terdapat empat buah komponen yang saling berkaitan saling menyusun satu sama lain, dari dalam ke luar, mulai dari level data hingga interface. Pada level data dan informasi, teknologi tidaklah berwujud; dalam artian teknologi cenderung pada teknologi yang tidak terlihat oleh mata also known as software yang pada akhirnya bermuara pada teknologi mesin yang takkasat mata. Hal ini jelas berlawanan dengan teknologi mechanical machine yang diusung oleh aliran materialistis.
Selanjutnya level proses bergerak pada . Sedangkan interface cenderung pada antarmuka sebagai media kasat mata oleh mata manusia.
Virtual Machine dalam konteks data dan informasi sebagai komponen takkasat mata sangatlah memegang peranan penting dalam hal mengelola sesuatu. Data dan informasi adalah dua komponen yang sangat mendasar terhadap komponen yang lebih luas di atasnya, yaitu proses dan antarmuka (interface). Dengan demikian, efektif adanya jika pihak-pihak tertentu memanfaatkan perang dalam level data atau informasi, sebab perang di dalam level ini cenderung lebih efektif, mudah, dan ekonomis.
Mengacu pada pembelajaran di kelas, konsep virtual machine yang salah satunya tersirat pada film How to Train Your Dragon 2 adalah metode yang sangat efektif untuk menguasai sesuatu. Selain itu, film Inception pun sarat akan teknologi virtual machine yang menggambarkan pada kita bahwa teknologi “inception” ialah mesin level maya berkekuatan besar, mengingat kekuatan saat ini berada pada komponen organware yang cenderung berbasis kultur tertentu.

Engineer

Karakteristik engineer:
- membuat sesuatu yang sebelumnya belum ada
- engineer menemukan teknologi
- we live in a “man-made world”

Seorang engineer harus berkawan dengan masalah. Tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh engineer adalah:
- tahu masalah
- cari masalah
- cari solusi untuk masalah

Masalah --> Tujuan --> Konsep --> Rekayasa

Berdasarkan alur di atas, keluwesan dan keluasan pandangan, wawasan, dan kepekaan terhadap masalah menjadi hal yang sangat penting, sebab sangat menentukan keberlangsungan hidup teknologi. Pengidentifikasian masalah dan rasa ingin tahu terhadap masalah menjadi bekal yang sangat berharga dalam hal memperpanjang keberlangsungan siklus hidup suatu teknologi. Tanpa mengetahui masalah, artinya kita telah memutus rantai keberlangsungan inovasi terhadap teknologi di sekitar kita.
Selanjutnya, dengan mengetahui masalah, maka kita akan memiliki sutau target atau tujuan yang ingin dicapai. Mustahil memiliki tujuan tanpa mengetahui masalah terlebih dahulu, Dengan adanya tujuan, maka kita bisa merumuskan konsep-konsep tertentu untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kemudian, konsep yang baik akan membuka jalan terhadap penemuan dan pengidentifikasian teknologi yang pada akhirnya akan semakin meningkatkan potensi serta peluang untuk menghadirkan teknologi-teknologi serupa yang lebih baik dan tepat guna bagi khalayak ramai.
Dengan berbekal konsep-konsep yang mumpuni, maka sangat memungkinkan untuk melakukan rekayasa terhadap teknologi. Melalui rekayasa ini, maka modifikasi terhadap sesuatu yang telah ada adalah hal yang wajar sehingga diharapkan akan mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari teknologi kekinian. Dengan demikian, masalah adalah pembuka jalan untuk merekayasa.

Pentingnya Teknologi pada Saat Testing

Dahulu, teknologi cenderung bersifat autis, berdiri sendiri. Saat ini, teknologi bersifat sosial, melakukan komunikasi, saling bekerja sama, dan saling melengkapi. Urgensitas teknologi pada saat testing adalah di dalam hal kesolidan dan kemantapan rasa saling percaya diantara semua komponen yang ada. Konsekuensi logis dari keterciptaan rasa saling percaya adalah bahwasanya kualitas lulusan dari institusi pendidikan Indonesia harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1.    Jujur; sebagai kategori primer
2.    Amanah; sebagai kategori sekunder 1
3.    Cerdas; sebagai kategori sekunder 2
4.    Bermanfaat; sebagai kategori sekunder 3

Keseluruhan kriteria tersebut adalah merupakan prasyarat komponen utama teknologi saat ini, yaitu komunikasi. Keterbangunan kualitas kejujuran, kepercayaan, kecerdasan, dan kebermanfaatan menjadi penentu dan memenuhi kualifikasi kapasitas moral yang sangat hebat dampaknya dalam hal organisasi dan manajemen. Implikasinya, di dalam mengoptimalkan performa organisasi diperlukan upaya peningkatan kualitas manajemen yang baik pula, yakni dengan mendongkrak keempat komponen di atas.
Selanjutnya, hanya dengan pengalamanlah teknologi menjadi hebat. Pengalaman didapatkan karena sering gagal; kemudian sering gagal menjadikan manusia mampu belajar mengenai hal yang tidak didapatkan dari hal selain pengalaman; sering belajar membuat manusia menekuni untuk melakukan pengujian atau testing berkali-kali yang menjadikan teknologi tersebut berpresisi tinggi dan menjadi teknologi hebat. Implikasi hal ini adalah sebutan “ahli” didapatkan manakala seseorang sering melakukan testing. Namun, kadang-kadang terdapat teknologi hebat tanpa melalui alur tersebut, yaitu dengan adanya faktor bernama keberuntungan, yang tingkat keberadaannya adalah sangat kecil dan mungkin dengan kehendak Allah subhanahu wataala.
Mengacu pada buku The World is Flat, ilmu pengetahuan saat ini ialah bukan berada pada level mendapatkan, tapi memanfaatkan. Dalam konteks memanfaatkan, butuh teknologi pencarian yang baik. Ilmu pengetahuan diibaratkan sebagai suatu samudera mahaluas, kemudian setiap manusia diibaratkan sebagai makhluk hidup yang menempati samudera tersebut. Hanya mereka yang berdaya juang tinggi mampu menyelami dalamnya samudera dan menahan kuatnya ombak sehingga mendapatkan makanan paling banyak dan berkualitas.
Berdasarkan deskripsi tersebut, teknologi pencarian membutuhkan keahlian mencari yang hanya didapatkan setelah mencoba berkali-kali. Fakta dan studi mengatakan bahwa keahlian mencari akan terasah setelah 20 sampai dengan 50 kali mencoba. Di dalam hal ketahanan mencari, dibutuhkan manajerial yang mumpuni pada saat berkali-kali mengalami kegagalan. Pada tingkat yang lebih lanjut, manajerial yang baik mampu menteknologikan sesuatu, artinya memanfaatkan energi yang lain. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan komunikasi dan kerja sama yang baik. Hal yang mendasari sinergitas kerja sama dan komunikasi adalah kemampuan mencari, sebab teknologi pencarian menjadi dasar komunikasi dan kerja sama. Dengan demikian, teknologi akan saling memanfaatkan dan bekerja sama yang menjadikannya saling berkomunikasi di dalam mencapai tujuan tertentu sehingga peluang keberhasilan teknologi dalam rangka mencapai tujuan tertentu semakin besar.
Selanjutnya, di dalam hal pencapaian tujuan diperlukan suatu pengujian atau testing. Alasan mendasar dibutuhkannya testing adalah untuk memastikan status ketercapaian suatu tujuan, apakah berhasil atau gagal dicapai. Teknologi dikatakan berhasil ketika tujuan <= hasil dan dikatakan gagal ketika tujuan > hasil yang diperoleh.
Di dalam testing terdapat dua metode, yaitu White Box Testing yang memerhatikan proses secara internal (level proses dan output) dan Black Box Testing yang hanya memerhatikan keluaran (output), tanpa mengetahui proses yang berlangsung.
Berdasarkan metode yang sama pula, testing dapat digolongkan ke dalam kategori testing by experience yang direpresentasikan oleh white box testing dengan biaya dan resiko tinggi; dan testing by reference yang direpresentasikan oleh black box testing dengan biaya dan resiko rendah. Sementara itu, testing yang pintar adalah pengujian yang dilakukan dengan berdasarkan referensi (testing by reference), tetapi dengan menggunakan biaya yang rendah dan efek atau dampak yang tinggi. Black box testing diimplementasikan dengan menggunakan metode pengumpulan data secara sampling yang mampu merepresentasikan kondisi aktual populasi tersebut sehingga biaya yang dibutuhkan dapat lebih ditekan atau diminimalisasi dan waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat dengan asumsi margin of error sebesar 5%. Dengan demikian, direkomendasikan untuk menggunakan black box testing karena kemampuannya dalam hal melihat sesuatu yang tidak terlihat (dalam hal ini adalah sampling). Contoh nyata ialah gelar Al-Amin milik Nabi Muhammad sollallahu alaihi wasallam yang tidak terpatahkan sampai kapan pun, sebab membutuhkan sesuatu yang besar tanpa melihat dikarenakan kecilnya kekuatan kita.

Siklus Hidup Teknologi

Setiap teknologi pasti memiliki siklus hidup yang biasanya dalam grafik puncak dari siklus ini ditandai dengan titik natural limit. Pada dasarnya natural limit setiap teknologi berbeda-beda, dan setiap umur masih bisa diperpanjang. Namun, tentunya dengan konsekuensi effort yang lebih besar, berupa pengembangan lanjutan yang harus memperhatikan tipe dari teknologi tersebut, bagaimana cost yang dikeluarkan, dan juga berapa lama waktu pengembangannya.
Life cycle teknologi juga sangat mempengaruhi perkembangan dari pasar. Pada masa embrionik misalnya, di saat ini perusahaan belum memiliki volume market. Dan pada masa growth justru berkebalikan, karena pada masa ini pasar mengalami peningkatan yang pesat atau dapat dikatakan volume market selalu meningkat. Setiap masa-masa life cycle hendaknya disiasati untuk menghimpun dan mempertahankan pasar dari waktu ke waktu agar eksistensi perusahaan tetap terjaga.

Multiple Growth
Di dalam pekembangannya, teknologi ini tidak diam saja, karena teknologi ini mengalami perkembangan demi perkembangan hingga saat ini. Inilah salah satu contoh dari Multiple Growth, dimana suatu teknologi akan memiliki subteknologi-subteknologi lainnya. Setiap proses subteknologi life cycle berupa pengembangan dari salah satu atau beberapa parameter dari teknologi existing yang di dalamnya terdiri dari pengembangan-pengembangan produk lagi.

Technology and Market Interaction
Sudahlah pasti teknologi dan pasar sangat berkaitan erat. Bahkan untuk mempertahankan pasar saja tidak cukup sehingga sangat penting pula untuk menciptakan pasar. Hal ini  dimaksudkan untuk menciptakan longlife technology, biasa juga dikenal dengan push of technology (Science-Technology Push).

Market Pull
Hal ini merupakan keinginan pasar yang mendorong suatu teknologi untuk dibuat. Ini merupakan faktor mayoritas pada pengembangan suatu teknologi. Namun, pengembangan produk dapat juga dilakukan dengan faktor market pull dan science push secara bersamaan.

Posisi, Inovasi
Selanjutnya, teknologi akan berhenti pada saat tidak dilakukan testing lagi. Untuk terus menjaga keberlangsungan hidup teknologi, diperlukan inovasi yang membumi. Berdasarkan siklus hidup teknologi yang digambarkan pada manusia, pada level ke-1 (0-5 tahun), titik muncul terjadi perubahan atau pertumbuhan yang sangat cepat, sifatnya spontan, belum terlalu baik. Kemudian, level ke-2 (5-10 tahun) pertumbuhan mulai berkurang kecepatannya dan mulai terpola. Pada level ke-3 (10-20 tahun) pertumbuhan telah terpola dan mulai terbentuk menjadi kepribadian. Lalu, level ke-4 (20-40 tahun), merupakan titik puncak, telah terbentuk menjadi kepribadian.

Langkah-langkah berinovasi dan memantapkan keberlangsungan siklus hidup teknologi
1.    Harus tahu posisi
2.    Harus tahu tujuan
3.    Atur strategi

Dimensi Hidup Manusia
Manusia hidup pada dimensi panjang, lebar, tinggi, dan waktu. Setiap manusia harus mengetahui titik puncak masing-masing, jika tidak, maka akan collapse. Sebagaimana kita tahu, titik puncak waktu adalah sekarang, sedangkan titik puncak tempat adalah zip exploit.
Setiap sistem punya batasan masing-masing, baik batasan max dan min, tidak bisa menabrak constraint.

Referensi
1.    Perkuliahan Konsep Teknologi Kelas A Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer, FPMIPA UPI yang diampu oleh Budi Laksono Putro, M.T. ( http://budi.staf.upi.edu )

2.    Khalil, Tarek M.. 2000. Management of Technology. Mc Graw Hill: New York.

REVIEW SINGKAT KOMPARASI TEKNOLOGI BIDANG PENDIDIKAN MELALUI PEMANFAATAN SITUS PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE LEARNING DALAM KONTEKS SITUS PEMBELAJARAN ONLINE

REVIEW SINGKAT KOMPARASI TEKNOLOGI BIDANG PENDIDIKAN MELALUI PEMANFAATAN SITUS PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE LEARNING DALAM KONTEKS SITUS PEMBELAJARAN ONLINE
(Rizki Cahyana (1307698); kelas A Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia)



Proses belajar mengajar terkesan kaku, monoton, dan cenderung kurang mendapatkan perhatian peserta didik manakala dilakukan secara konvensional. Hal ini dirasa wajar, sebab proses belajar peserta didik pada beberapa tahun yang lalu, tentu akan berbeda dengan pembelajaran pada masa kini. Pembelajaran yang dilakukan hanya dengan menggunakan media cetak (dalam hal ini referensi berupa buku) atau media pendukung berupa papan tulis dirasakan perlu untuk mendapatkan support dari perkembangan teknologi untuk mewarnai dan menjadikan proses belajar mengajar di kelas semakin hidup dan menarik untuk didiskusikan. Konsekuensi logis dari permasalahan tersebut adalah metode dan media pembelajaran yang telah diimplementasikan pada proses belajar mengajar di kelas oleh para pendidik beberapa tahun yang lalu belum tentu sesuai untuk diaplikasikan pada pembelajaran masa kini sebab dalam perjalanannya dunia pendidikan pun telah mendapatkan pengaruh yang besar oleh perkembangan teknologi.
Galeri sederhana screenshoot masuknegeri.com

Era informasi ini, implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada lembaga pendidikan sudah menjadi suatu keniscayaan, sebab pengaplikasian TIK saat ini dipandang kapabel sebagai salah satu indikator keberhasilan suatu institusi pendidikan. Realita saat ini menunjukkan mulai banyaknya guru atau dosen yang memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menggunakan internet sebagai pembelajaran online. Sesuatu yang saat ini sedang hangat diperbincangkan adalah mobile learning yang akan saya batasi dalam konteks pembelajaran yang dapat dilakukan secara bergerak atau fleksibel (dalam hal ini ialah dapat dilakukan kapanpun dan di manapun berupa situs) dan dapat diakses melalui perangkat komputer desktop, komputer jinjing, mobile phone, dan seterusnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, saya berusaha menghadirkan artikel yang berjudul Review Singkat Komparasi Teknologi Bidang Pendidikan melalui Pemanfaatan Situs Pembelajaran Berbasis Mobile Learning dalam Konteks Situs Pembelajaran Online. Ketiga teknologi yang saya bahas adalah MasukNegeri (tersedia di http://masuknegeri.com), KelasMaya (tersedia di http://kelasmaya.com), dan KelasKita (tersedia di http://kelaskita.com).
Secara umum. ketiga teknologi ini memberikan kemudahan dalam hal fleksibilitas dan konten yang dikemas secara apik, interaktif, dan menarik sehingga diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan yang telah dipaparkan di atas. Kemudian, sasaran dari teknologi tersebut secara garis besar ialah para peserta didik (dalam hal ini adalah pelajar atau siswa SD, SMP, SMA), mahasiswa, guru, dosen, praktisi pendidikan, dan seterusnya.

MasukNegeri
Situs ini memberikan terobosan dalam hal pembelajaran pengayaan latihan soal-soal bagi pelajar dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi berbagai ujian yang akan dilaksanakan, meliputi latihan soal Ujian Nasional (UN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Ujian Mandiri yang dilakukan secara online. Selanjutnya, dalam mengerjakan soal-soal di situs ini, kita memiliki pilihan untuk memberikan jawaban pada soal tersebut atau melanjutkan ke soal berikutnya. Secara mendasar, situs ini merupakan simulasi untuk melakukan ujian dengan pengerjaan seperti aslinya, yaitu dengan menerapkan aturan penambahan dan pengurangan nilai (dalam hal ini adalah jawaban benar diberi nilai 4, jawaban yang dibiarkan kosong akan bernilai 0, dan jawaban salah diberikan nilai -1 yang akan bergantung pada perolehan nilai pengguna). Sesuatu yang menarik dari situs ini adalah mereka memberikan badges atau suatu lencana tertentu pada saat kita telah mengumpulkan nilai tertentu pada bidang atau latihan soal tertentu pula yang akan memberikan semangat dan kesan asyik dan membuat pengguna berlama-lama di depan perangkat komputer atau mobile phone-nya. Selain itu, masuknegeri.com pun memberikan penjabaran atau pembahasan pada setiap soal-soal yang ada serta mampu dikomentari oleh para penggunanya perihal kevalidan jawabannya sehingga memungkinkan para pengguna untuk terhubung atau berkomunikasi secara maya, kapanpun, dan di manapun. Situs ini pun menerapkan kepopuleran media sosial yang digandrungi oleh kalangan pelajar, yaitu dengan menggunakan dinding atau wall yang memungkinkan untuk saling mengirimi tulisan atau diskusi serta terdapat pula fitur berkirim pesan yang memungkinkan pengguna bisa mengobrol melalui teks secara pribadi. Hal menarik lainnya yaitu kemampuan untuk melihat ranking para pengguna yang mampu diurutkan berdasarkan kategori top nasional, top harian, top sekolah, dan seterusnya yang berpotensi mampu memompa, memotivasi, atau mendorong para pengguna untuk saling berlomba-lomba meraih perolehan nilai tertinggi tersebut, sebab saya pun telah merasakannya. Namun, sayang pada saat saya mengakses situs ini, sepertinya sedang terjadi maintenance atau seterusnya sehingga beberapa fitur tidak bisa saya tampilkan screen shoot-nya. Dalam hal kemudahan akses, situs ini hanya memberikan layanan jika kita telah mendaftar pada situs tersebut.

Galeri sederhana screenshoot masuknegeri.com






KelasMaya
Situs ini pada dasarnya dirancang untuk membantu para pelajar di Indonesia dalam rangka mempersiapkan diri menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Para pelajar yang dimaksud meliputi siswa SD, SMP, dan SMA yang terkonfirmasi oleh saya saat melakukan proses pendaftaran. Sebagaimana dilansir oleh halaman utama situs tersebut, konten pembelajaran (dalam hal ini adalah bahan ajar) yang tersedia di kelasmaya.com didesain sedemikian sehingga oleh para guru yang telah berpengalaman dengan tetap berlandaskan pada koridor kurikulum pendidikan nasional dengan pengembangan lebih lanjut. Tujuan tutorial kelasmaya.com adalah memberikan pengayaan dan pemantapan terhadap materi pembelajaran di sekolah dan mengukur tingkat kemajuan belajar siswa dengan menggunakan fitur soal latihan dan soal ujian. Situs ini pun menawarkan fleksibilitas dalam hal pengaturan waktu dan tempat belajar yang diharapkan mampu menjadi solusi bagi orang tua dan siswa. Sayang pada saat bernavigasi ke beberapa menu atau pilihan, ternyata konten tersebut tidak bisa dimuat sehingga saya tidak bisa memaparkan lebih lanjut mengenai kelasmaya.com. Dimungkinkan situs sudah tidak terurus atau sedang maintenance. Namun, jika melihat footer dari situs tersebut, dimungkinkan kelasmaya.com telah tidak lagi mendapatkan perhatian oleh para pengembangnya.

Galeri sederhana screenshoot kelasmaya.com


KelasKita
Situs ini menyediakan layanan yang baik dengan menghadirkan pembelajaran berupa kelas-kelas tertentu yang dapat dibuat oleh siapapun yang telah melakukan pendaftaran. Sebenarnya, situs ini pun dapat diakses tanpa mendaftar (dalam hal ini adalah kita sebagai anonim dalam mengikuti kelas tersebut). Namun, akan lebih baik apabila mendaftar, sebab kita akan mampu melihat rerata progress belajar dan rerata skor kuis di kelas tersebut. Siapapun yang telah mendaftar, maka diharuskan memilih paling sedikit satu kelas terlebih dahulu, setelah itu baru bisa mengakses fitur secara penuh, termasuk membuat kelas dan kuis. Situs ini pun menggunakan beranda yang sangat populer di kalangan para pelajar, sehingga kita dapat berbagi tulisan atau informasi seputar apapun. Kita pun akan ditawarkan berbagai rekomendasi kelas dan kuis yang dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan potensi kita. Di lansir dari situs tersebut, kelaskita.com adalah sebagai platform terstruktur untuk memudahkan siapapun dalam membuat atau mengikuti kelas belajar secara online dan interaktif bersama peserta didik, teman, komunitas, dan dunia.
Galeri sederhana screenshoot kelaskita.com






Rekomendasi
Berdasarkan review singkat ketiga situs tersebut, dengan ini saya berkesimpulan bahwa pada Rabu, 5 November 2014 ini situs KelasKita (http://kelaskita.com) menempati posisi tertinggi dalam assessment saya, disusul oleh MasukNegeri (http://masuknegeri.com) dan KelasMaya (http://kelasmaya.com).

Referensi : Perkuliahan Konsep Teknologi Budi Laksono Putro http://budi.staf.upi.edu

Rumpun Ilmu Bidang Teknologi Informasi


Semangat pagi, Dunia! Kali ini Official Blog of Rizki Cahyana akan berdiskusi tentang Rumpun Ilmu Bidang Teknologi Informasi. Ini adalah oleh-oleh dari menjadi tenaga bantuan panitia pelaksana Rembug Nasional II Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional (AGTIKKNAS) yang diselenggarakan pada Sabtu, 30 Agustus 2014 di Gedung Kebudayaan a.k.a. Amphiteater Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Kegiatan ini diketuai oleh salah satu dosen kami, Dr. Wawan Setiawan, M.Kom.. Ucapan terima kasih kepada Presiden BEM Kemakom FPMIPA UPI, Kang Arif Husni; serta Saudara Rizki Egi Purnama dan Chairul Anam Purba Bayangna yang telah mengajak saya berpartisipasi pada kegiatan ini. For your information, ini adalah materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer a.k.a. APTIKOM. Materi ini disampaikan kepada ratusan guru TIK dan KKPI dalam rangka memantapkan Peran Strategis Guru TIK dan KKPI di Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013.

Adapun, saya menyampaikan ulang bagian kecil dari presentasi tersebut karena materi ini dirasa perlu sebagai bahan pertimbangan dalam memilih jurusan bagi Siswa Kelas XII SMA/SMK/MA/sederajat yang ingin melabuhkan hatinya di jurusan atau program studi bidang teknologi informasi. Harapannya, Teman-teman calon mahasiswa baru yang akan menekuni bidang IT ini dapat memantapkan pilihan pada bidang yang disukai dan ingin ditekuni. Selamat melanjutkan membaca! ^^

Ayo! Kita mulai dengan mengetahui kurikulum yang digunakan program studi pada bidang Information, Communication, and Technology (ICT). Dalam hal ini terdapat dua pola kecenderungan pengembangan bidang kajian, yaitu mulai dari yang menekankan pada penguasaan teori atau konsep hingga penekanan pada praktik serta pengembangan atau penyebaran aplikasi. Terdapat lima klasifikasi kajian utama, yaitu: (1) Organization Issues and Information Systems; (2) Application Technologies; (3) Software Methods and Technologies; (4) Systems Infrastructure; (5) Computer Hardware and Architecture.


Nah, setelah mengetahui kurikulum yang digunakan, selanjutnya mari kita simak pemetaan masing-masing masing rumpun ilmu berkenan dengan bidang yang difokuskan dan pola pengembangannya. Silakan simak secara saksama! Silakan berkomentar jika ada hal yang ingin ditanyakan!


Well, selanjutnya mari kita simak satu persatu deskripsi masing-masing rumpun ilmu.

1. Computer Engineering (CE)
- Berkaitan dengan desain dan konstruksi sistem berbasis komputer (baca: digital).
- Mencakup studi mengenai perangkat keras, perangkat lunak, teknologi komunikasi, dan interaksi diantara komponen tersebut.
- Kurikulum fokus pada teori, prinsip, dan praktik terapan ilmu elektronika serta matematika, untuk kemudian diimplementasikan dalam bentuk desain komputer atau teknologi lain berbasis digital.
- Belakangan ini berkembang menjadi ilmu yang mempelajari pula cara mendesain beragam peralatan berbasis digital yang banyak ditemui di pasar (digital gadget) dan beragam peralatan perangkat keras komunikasi yang banyak dipergunakan dalam jaringan komputer.
- Di samping itu, berkaitan pula dengan studi perancangan komponen berbasis digital (embedded devices).


Variasi Nama:
Teknik Komputer, Sistem Komputer, Rekayasa Perangkat Keras, Komputerisasi Digital, Ilmu Komputer Digital, Rekayasa Komputer, dan lain sebagainya.

2. Computer Science (CS)
- Spektrumnya sangat beragam dari yang sangat teoritis dan algoritmis, hingga yang bersifat sangat terapan seperti pengembangan robotika dan sistem cerdas.
- Terbagi menjadi tiga bagian utama:
a. Fokus pada teori maupun algoritma yang dipergunakan dalam proses perancangan dan implementasi perangkat lunak.
b. Fokus pada teori maupun algoritma yang dipergunakan dalam proses dan perancangan sistem perangkat keras serta komponennya.
c. Fokus pada teori maupun algoritma yang dipergunakan sebagai model matematis dalam menyelesaikan permasalahan tertentu.
- Kurikulumnya akan sangat kental dengan ilmu pengetahuan terkait dengan logika matematika, komputasi, dan algoritma yang dalam model terapannya dinyatakan dalam pengembangan program komputer.


Variasi Nama:
Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Ilmu Komputasi, Informatika, Ilmu Informatika, Matematika Komputasi, dan lain sebagainya.

3. Information System (IS)
- Fokus pada teknik mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis agar kebutuhan organisasi akan informasi dapat terpenuhi.
- Menekankan pada “informasi” sebagai sebuah sumber daya yang penting dalam berproduksi, terutama dalam kaitannya dengan kebutuhan korporasi dalam pencapaian visi dan misi yang dicanangkan.
- Mempelajari aspek penting bagaimana “informasi” diciptakan, diproses, dan didistribusikan ke seluruh pemangku kepentingan dalam institusi.
- Kurikulum harus ditekankan pada bagaimana memastikan agar teknologi dan sistem informasi yang dimiliki selaras dengan strategi bisnis perusahaan, agar dapat tercipta keunggulan kompetitif dalam bersaing (the value of information technology to the business).


Variasi Nama:
Sistem Informasi, Manajemen Informatika, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Sistem Informasi, Manajemen Informasi, dan lain sebagainya.

4. Information Technology (IT)
- Berbeda dengan Sistem Informasi yang menekankan pada “informasi”, program studi Teknologi Informasi fokus pada aspek “teknologi” sebagai entitas pemungkin (baca: enabler) organisasi.
- Menekankan pada proses tata kelola - perencanaan dan organisasi, pengadaan dan implementasi, penerapan dan pemeliharaan, serta pengawasan dan evaluasi - sumber daya teknologi informasi yang ada pada suatu institusi.
- Spektrum fokus kurikulum dari sekadar mempelajari tren teknologi di masa mendatang hingga melakukan “perancangan” ide atau gagasan terhadap inovasi teknologi yang dibutuhkan organisasi.
- Kurikulum akan sangat padat dengan isu tata kelola dan governance teknologi informasi.


Variasi Nama:
Teknologi Informasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informasi, Telematika, Teknologi Informatika, dan lain sebagainya.

5. Software Engineering (SE)
- Sebagai hal yang paling banyak dibutuhkan industri, studi ini menekankan pada pengembangan dan penerapan metodologi pembuatan perangkat lunak dengan kualitas prima.
- Fokus pada pengembangan model sistematis dan terpercaya, yang harus dipergunakan sebagai panduan dalam mengembangkan berbagai jenis perangkat lunak.
- Selain perangkat lunak aplikasi, mencakup pula pengetahuan mengenai bagaimana membangun sebuah perangkat lunak sistem (system software) dan perangkat lunak penunjang (tool software).
- Disamping itu dibekali pula akan ilmu yang terkait dengan seluk beluk infrastruktur di satu sisi, dan sistem informasi di sisi lainnya karena kedua komponen tersebut merupakan entitas penting yang berada dalam ruang lingkup pengembangan perangkat lunak.


Variasi Nama:
Rekayasa Perangkat Lunak, Rekayasa Software, Programming, Pengembangan Software, dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan pada kesempatan ini. Budayakan berkomentar karena feedback Anda sangat berarti bagi saya^_^ Semoga bermanfaat dan dimanfaatkan. Segala yang benar datang dari Allah, yang salah dari saya.

Kiat Bagaimana Kelas XII Dijalani

[Kiat Bagaimana Kelas XII dijalani - Official Blog of Rizki Cahyana]
Selamat pagi, Dunia! Pada kesempatan ini Official Blog of Rizki Cahyana akan berdiskusi perihal Kiat Bagaimana Kelas XII dijalani. Apakah saat ini Anda sedang berstatus sebagai siswa Kelas XII? Jika ya, maka tidak ada salahnya untuk terus melanjutkan membaca informasi ini hingga selesai dan turut memberikan opini pada kolom komentar yang telah disediakan. Jika bukan, maka tetap tidak ada salahnya untuk melanjutkan membaca sebagai referensi bagi Adik atau Teman yang lainnya dan bisa meneruskan artikel ini agar bisa dimanfaatkan.

Kelas XII adalah penghujung dari masa pengajaran di jenjang sekolah. Kelas XII dijalani kurang lebih delapan bulan sampai Ujian Nasional (UN) diselenggarakan oleh Pemerintah. Delapan bulan adalah hitungan yang kasar jika dikurangi dengan masa liburan semester dan libur hari nasional lainnya. Pada semester V, Teman-teman tetap dituntut untuk mampu menguasai materi-materi pelajaran yang tersedia oleh lembaga pendidikan, baik mata pelajaran yang akan diujiankan maupun tidak. Di samping itu, Teman-teman pun seyogyanya sudah mulai mencicil untuk membaca referensi-referensi pelajaran tertentu dan mengerjakan latihan soal-soal terdahulu dalam rangka mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Pada semester ke-5 di SMA/sederajat ini, ada Teman-teman yang baru lengser dari jabatan keorganisasiannya; ada yang melepas masa ketidakseriusan dalam belajar di kelas X atau XI nya; ada yang baru jadian sama si dia; ada yang putus sama si dia; ada yang vakum dulu sama si dia; ada yang masih eksis di dunia keorganisasian dalam atau luar sekolah; ada yang masih eksis di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler; ada yang masih aktif mengikuti perlombaan; ada yang membagi waktu belajar dengan berwirausaha di sekolah; ada yang telah mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah sejak kelas X atau XI; ada yang mengikuti bimbingan belajar luar sekolah di kelas XII, bahkan ada yang tidak bisa mengikuti bimbingan belajar tersebut. Yang manakah, Kita?

Lalu, tipe pembelajar seperti apakah kita? Ada yang bisa belajar jika lingkungan sunyi; ada yang mampu belajar di tengah kebisingan; ada yang belajar ditemani dengan musik; ada yang mampu belajar dengan cemilan; ada yang mampu belajar dari media digital; ada yang cepat paham jika mempelajari sesuatu melalui penglihatan sendiri; ada yang lebih cepat bisa melalui apa yang didengar; ada yang mudah mengerti jika dipraktekkan; ada yang gampang paham jika belajar bersama kelompok; ada pula yang lebih bisa jika belajar mandiri. Termasuk yang mana sajakah, Kita?

Apapun jawaban Kita, mari melanjutkan membaca. Hal mendasar yang harus dibangun di awal Kelas XII ini adalah paradigma berpikir. Tak peduli apapun background kita di masa-masa sebelum kelas XII (SMA, MA, SMK, dan seterusnya), sesungguhnya setiap kita terlahir sebagai pemenang. Dalam hal menimbang sesuatu, kita perlu untuk memandangnya dari berbagi sisi, karena boleh jadi kita sering merasa susah dalam menjalani hidup akibat dari kita sendiri yang membuat hidup ini menjadi susah. Termasuk dalam hal melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Padahal, sering pula kita mendengar bahwa dalam menyikapi hidup ini baiknya kita lakukan dengan H2N a.k.a. Hadapi-Hayati-Nikmati. Bukankah begitu? Yang perlu kita lakukan sebagai makhluk yang ada atas kehendah khaliq adalah menghadapi apapun yang ada di depan kita (sebab dalam menghadapi sesuatu selalu ada hikmahnya); menghayati setiap kejadian yang menghampiri kita (dengan menghayati kita semakin menghargai hidup ini); dan menikmati atas apa-apa yang terjadi pada diri dan lingkungan kita (menikmati reaksi atas aksi yang telah kita lakukan dalam tahap menghadapi dan menghayati tadi).

Just straight to the point; dalam hal mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional dan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta, maka Official Blog of Rizki Cahyana mencoba menghadirkan beberapa Kiat Bagaimana Kelas XII Dijalani a.k.a. Step by Step How to Optimize Ourselves to Face the Examination's.

  1. 1. Mulailah untuk Mengenal Siapa Diri Kita
Cari tahu dulu siapa kita? Kita Siapa? :D Dengan mengenal diri sendiri, maka sangat boleh jadi kita telah selangkah di depan untuk optimal dalam mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya.

  1. 2. Temukan Passion
Menemukan passion yang ada di dalam diri, kemudian mengeksplorasinya ke permukaan akan mengoptimalkan langkah kita di perguruan tinggi nanti. Telusuri hal apa yang ketika kita lakukan, kita sangat menikmatinya dan melakukannya dengan sepenuh hati; tanpa beban; dan yang terpenting adalah kita merasa menjadi diri kita sendiri saat melakukan hal tersebut.

  1. 3. Buat Plan
Atur rencana sebanyak mungkin. Kuatkan tekad, motivasi internal, dan nyalakan terus api semangat agar kita konsisten dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Persiapkan pula rencana dari A sampai dengan selanjutnya. Pastikan rencana tersebut disusun berdasarkan passion yang telah didapatkan sebelumnya.

  1. 4. Komunikasikan dengan Orang Tua
Setelah rencana telah banyak tersusun, maka hal penting selanjutnya adalah komunikasi. Selain berkomunikasi dengan Allah subhanahu wataala di dalam setiap doa dan zikir kita, kita juga perlu untuk senantiasa menjalin komunikasi kepada Ayah dan Ibu kita, sebab merekalah yang sesungguhnya sangat tulus menyayangimu lebih dari apapun di dunia ini. Doa mereka pun mustajab. Selalu mintalah restu Mereka di setiap berangkat sekolah; setiap hendak ujian; apapun. Jika apa yang kita inginkan sejalan dengan orang tua kita, atau orang tua bisa merestui pilihan kita, maka jalan menuju Perguruan Tinggi pun akan semakin terbuka; bisa datang dari jalan yang tidak bisa ditebak dan waktu yang tak bisa ditentukan pula; yang penting kita konsisten dalam berusaha, berdoa, dan tawakkal. That's all.

  1. 5. Konsultasikan dengan Guru, BK, atau Pengajar Bimbel
Langkah selanjutnya, setelah berkomunikasi dengan orang tua, boleh juga untuk bertukar pikiran dengan guru (wali kelas), guru Bimbingan dan Konseling, atau Pengajar Bimbel yang kita yakini mampu untuk memfasilitasi kita dalam rangka menggali informasi seluas-luasnya perihal dunia perkuliahan di jurusan atau program studi yang kita inginkan tersebut. Cari juga informasi seluas-luasnya dari internet mengenai tingkat keketatan jurusan dan seterusnya. Setelah berhasil mengonfirmasi hati kecil kita tentang hal tersebut, maka keyakinan kita pun akan mantap dan takmudah goyah.

  1. 6. Prioritaskan Jurusan; Bukan Perguruan Tinggi
Sering kali kita terlalu fokus dengan nama baik perguruan tinggi tertentu tanpa memerhatikan passion, kapasitas, dan tujuan kita. Maka penting bagi kita mengubah paradigma tersebut dengan jalan mengurutkan prioritas berdasarkan jurusan yang kita minati dengan tetap memerhatikan tingkat keketatan jurusan tersebut pada beberapa tahun sebelumnya. Hal ini jelas lebih real dari pada Passing Grade, sebab PG pun sejatinya konversi atas tingkat keketatan suatu jurusan atau program studi. Memerhatikan PG boleh saja, sebagai gambaran kemampuan kita di dalam setiap kali mengikuti kegiatan Try Out baik yang diadakan sendiri maupun oleh lembaga-lembaga penyelenggara bimbingan belajar. Namun, kita tak disarankan untuk terlalu berpegang teguh pada PG karena PG itu sangat dinamis dan ditentukan oleh tingkat keketatan dan perolehan nilai saat pelaksanaan.

  1. 7. Selalu Berprasangka Baik
Kalau kepolisian menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, maka kita haruslah menjunjung tinggi prasangka baik a.k.a. husnuzon. Ya, tentu kita selalu percaya pada hadits qudsi, bahwa Allah sebagaimana prasangka hamba-Nya. Maka berpikiranlah yang baik-baik agar segala yang terjadi pada kita adalah yang terbaik. Percayalah bahwa apa yang terjadi pada kita di hari ini, kemarin, atau yang akan datang adalah yang terbaik dan juga karena diri kita mampu menjalaninya. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ..." (Al-Baqoroh: 286).

  1. 8. Jadi Diri Sendiri
Menjelang pelaksanaan UN atau Ujian apapun, akan ada iming-iming kunci jawaban dan seterusnya yang akan sangat mengganggu stabilitas pemikiran kita di detik-detik menjelang hari H pelaksanaan. Maka bijak adanya jika kita mampu menyikapi iming-iming tersebut hanya sebagai angin lewat dan atau anjing menggonggong yang takkan pernah bisa menggigit kita *yang ini keras. Jangan terlalu serius :D Teguh pada kemampuan dan apa yang kita yakini, sebab menjadi diri sendiri adalah langkah awal mendewasakan diri kita sendiri. Mari saling mengingatkan dalam kebaikan :)

  1. 9. Saling Menghormati dan Menghargai
Sesama bangsa Indonesia, especially kaum terpelajar; seyogyanya kita saling menghormati dan menjunjung tinggi asas kesamaan dalam menyikapi perguruan tinggi. Tak ada yang lebih tinggi derajatnya; negeri atau swasta sama saja, bukan? Pada akhirnya, diri sendirilah yang akan menentukannya.

Demikian pembahasan pada kesempatan ini. Akhir kata, Semangat dan selamat berjuang Peserta UN 2015, Peserta SNMPTN 2015, Pejuang SBMPTN 2015, Pejuang UM, Simak, UTUL, SM, UMBPTN, dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta lainnya!

Booklet MOKA-KU UPI 2014 (copied)

        Hai, Teman-teman Mahasiswa Baru Universitas Pendidikan Indonesia 2014! MOKA-KU UPI 2014 tinggal menghitung hari nih, pasti udah ngga sabar ya? Sesuai yang disampaikan oleh Panitia, maka 19 Agustus 2014 sekitar pukul 13.20 WIB, Panitia telah mempublikasikan secara resmi Booklet MOKA-KU UPI 2014 di laman resminya http://moka.rema.upi.edu. 

        Berikut ini adalah konten yang disediakan oleh Panitia dalam Booklet.
1. Tata tertib peserta
2. Larangan peserta
3. Pelanggaran dan sanksi saat pelaksanaan
4. Hak dan kewajiban peserta
5. Lampiran tata tertib peserta:
    a. Lokasi
    b. Ketentuan penampilan peserta
    c. Jalur masuk yang dapat dilalui

    Secara keseluruhan, Panitia telah menjelaskannya secara terperinci dengan harapan Teman-teman Mahasiswa Baru dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan sepenuh hati. Adapun tugas yang diberikan adalah proporsional karena telah melalui banyak pertimbangan.

       Akhir kata, selamat mempersiapkan segala sesuatunya yang telah diinstruksikan oleh Panitia! Tetap jaga kesehatan dan be there at MOKA-KU UPI 2014! Rasakan sensasi berinteraksi dengan ribuan teman-teman sesama Mahasiswa Baru UPI 2014 dari berbagai daerah di Indonesia.

     Unduh Booklet MOKA-KU UPI 2014 yang saya salinkan dari link resminya di sini Download (direct link)

Tingkat Keketatan Prodi/Jurusan FPBS UPI 2013

     Lanjut pada diskusi tentang daya tampung dan peminat UPI lagi, ya. Ini penting bagi para pejuang SNMPTN, SBMPTN, dan juga SM-UPI. Oh iya, sebenarnya ini dipersembahkan khusus untuk adik-adik kami kelas XII MAN 2 Kota Serang pada 1 Februari 2014 ketika kegiatan “Sosialisasi Kampus UPI”, tapi tidak ada salahnya jika dibagikan kepada khalayak luas. Hehe. Mohon maaf jika saya melanggar pernyataan awal :D

     Tak lupa juga, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada --Shaleh Abdurrahim, Lailatul Istiqomah, Fauziah, Erni Rahmawati, Nuraini Fatin, Lilis Hasanah-- atas kerja sama yang baik dalam menyukseskan kegiatan kita. Izinkan saya membagikan informasi ini, ya! :D

     Setelah FPMIPA dan FPIPS, kali ini kita akan melanjutkan pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada dasarnya, terdapat dua kelompok program studi atau jurusan, yaitu kependidikan maupun nonkependidikan. Terdapat 11 program studi atau jurusan pada FPIPS ini, terdiri dari 12 program studi/jurusan jenjang S-1. Kalau mau tahu lebih dalam, kunjungi aja website-nya di http://upi.edu.

     Well, ini dia data daya tampung dan peminat FPBS UPI tahun 2013 berdasarkan tingkat keketatan. Selamat menyimak!









More:



              Lain kesempatan akan kita sambung ke fakultas lainnya, ya! Silakan tinggalkan komentar dan request deh mau ke fakultas apa dulu. Hehe. Mohon maaf jika post selanjutnya akan terlambat, karena satu dan lain hal :D. Silakan request di kolom komentar.

Sumber : Papan informasi Direktorat Akademik UPI

Tingkat Keketatan Prodi/Jurusan FPIPS UPI 2013

     Pagi, Gan! Pada kesempatan kali ini, sebelum saya mengikuti pelaksanaan kegiatan mingguan Tutorial Pendidikan Agama Islam, kita lanjutkan diskusi tentang daya tampung dan peminat UPI lagi, ya. Ini penting bagi para pejuang SNMPTN, SBMPTN, dan juga SM-UPI. Oh iya, sebenarnya ini dipersembahkan khusus untuk adik-adik kami kelas XII MAN 2 Kota Serang pada 1 Februari 2014 ketika kegiatan “Sosialisasi Kampus UPI”, tapi tidak ada salahnya jika dibagikan kepada khalayak luas. Hehe. Mohon maaf jika saya melanggar pernyataan awal :D

     Tak lupa juga, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada --Shaleh Abdurrahim, Lailatul Istiqomah, Fauziah, Erni Rahmawati, Nuraini Fatin, Lilis Hasanah-- atas kerja sama yang baik dalam menyukseskan kegiatan kita. Izinkan saya membagikan informasi ini, ya! :D

     Setelah kemarin adalah bagian FPMIPA, maka kali ini kita akan melanjutkan pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada dasarnya, terdapat dua kelompok program studi atau jurusan, yaitu kependidikan maupun nonkependidikan. Terdapat 11 program studi atau jurusan pada FPIPS ini, terdiri dari 10 program studi/jurusan jenjang S-1 dan 1 program studi/jurusan jenjang D-3 (Survey Pemetaan dan Informasi Geografis). Kalau mau tahu lebih dalam, kunjungi aja website-nya di http://upi.edu.

     Well, ini dia data daya tampung dan peminat FPIPS UPI tahun 2013 berdasarkan tingkat keketatan. Selamat menyimak!




More:





     Sekian dulu, ya!. Saya mau siap-siap dulu nih. Lain kesempatan akan kita sambung ke fakultas lainnya, ya! Silakan tinggalkan komentar dan request deh mau ke fakultas apa dulu. Hehe.

Sumber : Papan informasi Direktorat Akademik UPI

Tingkat Keketatan Prodi/Jurusan FPMIPA UPI 2013

     Sore, Gan! Pada kesempatan kali ini, saya mau diskusi tentang daya tampung dan peminat UPI tahun lalu nih. Ini penting bagi para pejuang SNMPTN, SBMPTN, dan juga SM-UPI karena dapat memberikan gambaran yang gamblang, hehe. Oh iya, sebenarnya ini dipersembahkan khusus untuk adik-adik kami kelas XII MAN 2 Kota Serang pada 1 Februari 2014 ketika kegiatan “Sosialisasi Kampus UPI”, tapi tidak ada salahnya jika dibagikan kepada khalayak luas. Hehe. Mohon maaf jika saya melanggar pernyataan awal :D

     Selanjutnya, tanpa kawan-kawan di balik layar pengumpulan dan penginputan data-data ini, tentu data-data ini tidak akan bisa kita publikasikan, hehe. Oleh karena itu, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada --Shaleh Abdurrahim, Lailatul Istiqomah, Fauziah, Erni Rahmawati, Nuraini Fatin, Lilis Hasanah-- atas kerja sama yang baik dalam menyukseskan kegiatan kita. Izinkan saya membagikan informasi ini, ya! :D

     Oke, kali ini kita mulai dari Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada dasarnya, terdapat dua kelompok program studi atau jurusan, baik yang kependidikan maupun nonkependidikan. Terdapat 11 program studi atau jurusan pada FPMIPA ini, kalau mau tahu lebih dalam, kunjungi aja website-nya di http://upi.edu.

     Well, ini dia data daya tampung dan peminat FPMIPA UPI tahun 2013 berdasarkan tingkat keketatan.



 Nah, sekian dulu. Lain kali akan disambung ke fakultas lainnya, ya! Silakan tinggalkan komentar.
  
Sumber : Papan informasi Direktorat Akademik UPI    

 
Copyright © Selamanya Hak Cipta Hanya Milik Allah subhanahu wataala
Owner at Official Blog of Rizki Cahyana : Rizki Cahyana
Created by Maskolis Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger