Home » » Manajemen Memori, Disk, dan I/O pada Sistem Operasi Linux

Manajemen Memori, Disk, dan I/O pada Sistem Operasi Linux

Selamat datang kembali di Official Blog of Rizki Cahyana! Pada kesempatan ini, Admin akan mendiskusikan kembali mengenai Asistensi Praktikum Mata Kuliah Sistem Operasi Kelas A Departemen Pendidikan Ilmu Komputer, Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia yang dilaksanakan beberapa minggu yang lalu. Pembahasan kali ini adalah berkenaan dengan Manajemen Memori, Disk, dan I/O pada Sistem Operasi. Seperti apakah kontennya? Yuk simak aja langsung di TKP!

Telah kita ketahui bahwasanya sistem operasi sebagai perangkat lunak sistem yang menjadi landasan, pondasi, dasar bagi berjalannya perangkat lunak aplikasi lainnya, menghubungkan perangkat lunak dengan perangkat keras, melakukan kendali dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar pada suatu sistem operasi. Adapun titik berat pada pembahasan ini adalah sistem operasi dalam konteks perannya melakukan manajemen file, proses, memori, disk, dan input/output.

Mengapa file, proses, memori, disk, dan input/output perlu dikelola?
Mari kita simak kembali! Sistem operasi memiliki peran strategis dalam rangka mengelola sumber daya komputer yang terbatas untuk diatur, dikelola sedemikian sehingga sumber daya tersebut dapat digunakan untuk memenuhi permintaan banyak proses, dalam artian mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan proses.

Apa itu Manajemen Memori?
Dalam konteks sistem operasi, manajemen memori merupakan mekanisme yang dilakukan oleh sistem operasi dalam rangka mengelola, mengatur, memilih, dan menentukan proses yang dijadwalkan oleh CPU untuk diantrikan pada memori.

Apa Fungsi dari Manajemen Memori?
Dengan adanya mekanisme manajemen memori oleh sistem operasi, maka tentu akan memberikan pengaruh signifikan pada komputer, seperti: (1) pengelolaan informasi, baik yang digunakan maupun tidak digunakan; (2) pengalokasian memori ke proses yang memerlukan; (3) pendealokasian memori dari proses yang telah selesai menggunakan memori; (4) pengelolaan mekanisme swapping atau paging antara memori utama dan harddisk; dan seterusnya.

Bagaimana Manajemen Memori Berdasarkan Keberadaannya?
Manajemen memori berdasarkan keberadaannya dikelompokkan ke dalam 2 jenis, yaitu: (1) Dengan Swapping atau Paging; (2) Tanpa Swapping atau Paging. Mekanisme manajemen memori dengan dukungan mekanisme swapping atau paging memungkinkan pengelolaan memori dengan mekanisme perpindahan proses sewaktu-waktu antara memori utama dan harddisk selama eksekusi berlangsung, sedangkan mekanisme pengelolaan memori tanpa dukungan mekanisme swapping atau paging dapat dikatakan sebagai mekanisme pengelolaan memori tanpa perpindahan proses antara memori utama dan harddisk pada saat dilangsungkannya eksekusi proses.

Bagaimana Implementasi Manajemen Memori pada Sistem Operasi?
Agar tidak terlalu pusing oleh teori-teori tersebut, mari simak implementasi manajamen memori di Sistem Operasi Linux. Linux menyediakan berbagai command untuk memanajemen memori yang ada pada komputer; mulai dari hanya sekadar melihat informasi penggunaan memori, mengoptimalkan penggunaan memori fisik dengan memori virtual, mengubah nilai kecenderungan kernel untuk memindahkan proses dari memori ke swap, pengelolaan partisi, melihat daftar partisi yang dikenali, melihat isi dari flash drive, mencabut flash drive, melihat perangkat input/output yang tertancap pada komputer, mengeluarkan atau meng-eject CD/DVD ROM, dan seterusnya; yang seluruhnya memungkinkan untuk dilakukan menggunakan Bash Terminal Linux. Mau lihat bagaimana perintah-perintahnya? Yuk simak!

Manajemen Memori

Melihat Swap Space dan Banyaknya Swapping yang Terjadi
Untuk melihat swap space dan banyaknya swapping yang terjadi pada komputer, mari kita berikan perintah free pada Terminal.


Melihat Penggunaan Memori dan Swap
Untuk melihat penggunaan memori dan swap pada komputer, berikanlah perintah cat /proc/meminfo pada Terminal.


Mengoptimalkan Penggunaan Memori Fisik dengan Memori Virtual
Untuk mengoptimalkan penggunaan memori fisik (RAM) dengan memori virtual (Swap), kita dapat mengaturnya dengan langkah sebagai berikut. Mula-mula, lihat terlebih dahulu derajat kecenderungan atau agresifitas kernel untuk memindahkan proses dari memori ke swap dengan memberikan perintah swappiness pada Terminal.


Nilai swappiness sendiri merepresentasikan kecenderungan pemindahan proses dari memori ke swap, dengan range 0-100. Semakin rendah nilai swappiness, maka kernel akan menghindari proses swapping selama mungkin; sebaliknya, jika nilai swappiness semakin tinggi, maka kernel akan melakukan proses swapping sesering mungkin. Bagaimana mengubah nilai swappiness? Untuk mengubah nilai swappiness secara sementara (dalam artian hanya berlangsung selama komputer aktif dan tidak di-reboot), berikan perintah sudo sysctl vm.swappiness=nilai_yang_diberikan.


Manajemen Disk dan I/O

Memanajemen Partisi/Disk
Terdapat beberapa perintah untuk memanajemen disk, yakni dengan menggunakan perintah fdisk. Adapun perintah fdisk memiliki beberapa opsi, seperti -d, -l, -n, dan -v. Perintah fdisk -d digunakan untuk menghapus partisi; fdisk -l digunakan untuk membuat partisi baru; fdisk -n digunakan untuk membuat partisi baru; dan perintah fdisk -v digunakan untuk memverifikasi partisi.

Melihat Daftar Partisi/Drive yang Dikenali
Sesuai dengan deskripsi perintah di atas, untuk melihat daftar partisi atau drive yang dikenali pada sistem operasi, berikan perintah sudo fdisk -l pada Terminal.


Melihat Isi dari Flash Drive
Untuk melihat isi dari flashdrive, maka berikanlah perintah sudo mount /dev/sdb1 /media pada Terminal.

Mencabut Flash Drive
Untuk mencabut flashdrive, berikan perintah umount /media/ pada Terminal.

Meng-eject CD/DVD ROM
Untuk meng-eject CD/DVD ROM, kita dapat memberikan perintah eject /dev/sr0 pada Terminal.


Dimuat oleh: Rizki Cahyana (1307698), Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer - Universitas Pendidikan Indonesia pada 28 April 2015.
Terima Kasih atas Kunjungan Anda
Saat ini Anda Sedang Membaca : Manajemen Memori, Disk, dan I/O pada Sistem Operasi Linux
Ditulis Oleh : Rizki Cahyana
Jika mengutip sebagian dari artikel, harap memberikan Link DOFOLLOW yang menuju pada artikel Manajemen Memori, Disk, dan I/O pada Sistem Operasi Linux ini. Budayakan saling menghargai dan menjunjung tinggi antiplagiarisme.
Silakan berkomentar relevan dan tidak mencantumkan link aktif.

Admin - Official Blog of Rizki Cahyana

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Selamanya Hak Cipta Hanya Milik Allah subhanahu wataala
Owner at Official Blog of Rizki Cahyana : Rizki Cahyana
Created by Maskolis Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger