Home » » Kiat Bagaimana Kelas XII Dijalani

Kiat Bagaimana Kelas XII Dijalani

[Kiat Bagaimana Kelas XII dijalani - Official Blog of Rizki Cahyana]
Selamat pagi, Dunia! Pada kesempatan ini Official Blog of Rizki Cahyana akan berdiskusi perihal Kiat Bagaimana Kelas XII dijalani. Apakah saat ini Anda sedang berstatus sebagai siswa Kelas XII? Jika ya, maka tidak ada salahnya untuk terus melanjutkan membaca informasi ini hingga selesai dan turut memberikan opini pada kolom komentar yang telah disediakan. Jika bukan, maka tetap tidak ada salahnya untuk melanjutkan membaca sebagai referensi bagi Adik atau Teman yang lainnya dan bisa meneruskan artikel ini agar bisa dimanfaatkan.

Kelas XII adalah penghujung dari masa pengajaran di jenjang sekolah. Kelas XII dijalani kurang lebih delapan bulan sampai Ujian Nasional (UN) diselenggarakan oleh Pemerintah. Delapan bulan adalah hitungan yang kasar jika dikurangi dengan masa liburan semester dan libur hari nasional lainnya. Pada semester V, Teman-teman tetap dituntut untuk mampu menguasai materi-materi pelajaran yang tersedia oleh lembaga pendidikan, baik mata pelajaran yang akan diujiankan maupun tidak. Di samping itu, Teman-teman pun seyogyanya sudah mulai mencicil untuk membaca referensi-referensi pelajaran tertentu dan mengerjakan latihan soal-soal terdahulu dalam rangka mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Pada semester ke-5 di SMA/sederajat ini, ada Teman-teman yang baru lengser dari jabatan keorganisasiannya; ada yang melepas masa ketidakseriusan dalam belajar di kelas X atau XI nya; ada yang baru jadian sama si dia; ada yang putus sama si dia; ada yang vakum dulu sama si dia; ada yang masih eksis di dunia keorganisasian dalam atau luar sekolah; ada yang masih eksis di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler; ada yang masih aktif mengikuti perlombaan; ada yang membagi waktu belajar dengan berwirausaha di sekolah; ada yang telah mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah sejak kelas X atau XI; ada yang mengikuti bimbingan belajar luar sekolah di kelas XII, bahkan ada yang tidak bisa mengikuti bimbingan belajar tersebut. Yang manakah, Kita?

Lalu, tipe pembelajar seperti apakah kita? Ada yang bisa belajar jika lingkungan sunyi; ada yang mampu belajar di tengah kebisingan; ada yang belajar ditemani dengan musik; ada yang mampu belajar dengan cemilan; ada yang mampu belajar dari media digital; ada yang cepat paham jika mempelajari sesuatu melalui penglihatan sendiri; ada yang lebih cepat bisa melalui apa yang didengar; ada yang mudah mengerti jika dipraktekkan; ada yang gampang paham jika belajar bersama kelompok; ada pula yang lebih bisa jika belajar mandiri. Termasuk yang mana sajakah, Kita?

Apapun jawaban Kita, mari melanjutkan membaca. Hal mendasar yang harus dibangun di awal Kelas XII ini adalah paradigma berpikir. Tak peduli apapun background kita di masa-masa sebelum kelas XII (SMA, MA, SMK, dan seterusnya), sesungguhnya setiap kita terlahir sebagai pemenang. Dalam hal menimbang sesuatu, kita perlu untuk memandangnya dari berbagi sisi, karena boleh jadi kita sering merasa susah dalam menjalani hidup akibat dari kita sendiri yang membuat hidup ini menjadi susah. Termasuk dalam hal melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Padahal, sering pula kita mendengar bahwa dalam menyikapi hidup ini baiknya kita lakukan dengan H2N a.k.a. Hadapi-Hayati-Nikmati. Bukankah begitu? Yang perlu kita lakukan sebagai makhluk yang ada atas kehendah khaliq adalah menghadapi apapun yang ada di depan kita (sebab dalam menghadapi sesuatu selalu ada hikmahnya); menghayati setiap kejadian yang menghampiri kita (dengan menghayati kita semakin menghargai hidup ini); dan menikmati atas apa-apa yang terjadi pada diri dan lingkungan kita (menikmati reaksi atas aksi yang telah kita lakukan dalam tahap menghadapi dan menghayati tadi).

Just straight to the point; dalam hal mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional dan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta, maka Official Blog of Rizki Cahyana mencoba menghadirkan beberapa Kiat Bagaimana Kelas XII Dijalani a.k.a. Step by Step How to Optimize Ourselves to Face the Examination's.

  1. 1. Mulailah untuk Mengenal Siapa Diri Kita
Cari tahu dulu siapa kita? Kita Siapa? :D Dengan mengenal diri sendiri, maka sangat boleh jadi kita telah selangkah di depan untuk optimal dalam mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya.

  1. 2. Temukan Passion
Menemukan passion yang ada di dalam diri, kemudian mengeksplorasinya ke permukaan akan mengoptimalkan langkah kita di perguruan tinggi nanti. Telusuri hal apa yang ketika kita lakukan, kita sangat menikmatinya dan melakukannya dengan sepenuh hati; tanpa beban; dan yang terpenting adalah kita merasa menjadi diri kita sendiri saat melakukan hal tersebut.

  1. 3. Buat Plan
Atur rencana sebanyak mungkin. Kuatkan tekad, motivasi internal, dan nyalakan terus api semangat agar kita konsisten dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Persiapkan pula rencana dari A sampai dengan selanjutnya. Pastikan rencana tersebut disusun berdasarkan passion yang telah didapatkan sebelumnya.

  1. 4. Komunikasikan dengan Orang Tua
Setelah rencana telah banyak tersusun, maka hal penting selanjutnya adalah komunikasi. Selain berkomunikasi dengan Allah subhanahu wataala di dalam setiap doa dan zikir kita, kita juga perlu untuk senantiasa menjalin komunikasi kepada Ayah dan Ibu kita, sebab merekalah yang sesungguhnya sangat tulus menyayangimu lebih dari apapun di dunia ini. Doa mereka pun mustajab. Selalu mintalah restu Mereka di setiap berangkat sekolah; setiap hendak ujian; apapun. Jika apa yang kita inginkan sejalan dengan orang tua kita, atau orang tua bisa merestui pilihan kita, maka jalan menuju Perguruan Tinggi pun akan semakin terbuka; bisa datang dari jalan yang tidak bisa ditebak dan waktu yang tak bisa ditentukan pula; yang penting kita konsisten dalam berusaha, berdoa, dan tawakkal. That's all.

  1. 5. Konsultasikan dengan Guru, BK, atau Pengajar Bimbel
Langkah selanjutnya, setelah berkomunikasi dengan orang tua, boleh juga untuk bertukar pikiran dengan guru (wali kelas), guru Bimbingan dan Konseling, atau Pengajar Bimbel yang kita yakini mampu untuk memfasilitasi kita dalam rangka menggali informasi seluas-luasnya perihal dunia perkuliahan di jurusan atau program studi yang kita inginkan tersebut. Cari juga informasi seluas-luasnya dari internet mengenai tingkat keketatan jurusan dan seterusnya. Setelah berhasil mengonfirmasi hati kecil kita tentang hal tersebut, maka keyakinan kita pun akan mantap dan takmudah goyah.

  1. 6. Prioritaskan Jurusan; Bukan Perguruan Tinggi
Sering kali kita terlalu fokus dengan nama baik perguruan tinggi tertentu tanpa memerhatikan passion, kapasitas, dan tujuan kita. Maka penting bagi kita mengubah paradigma tersebut dengan jalan mengurutkan prioritas berdasarkan jurusan yang kita minati dengan tetap memerhatikan tingkat keketatan jurusan tersebut pada beberapa tahun sebelumnya. Hal ini jelas lebih real dari pada Passing Grade, sebab PG pun sejatinya konversi atas tingkat keketatan suatu jurusan atau program studi. Memerhatikan PG boleh saja, sebagai gambaran kemampuan kita di dalam setiap kali mengikuti kegiatan Try Out baik yang diadakan sendiri maupun oleh lembaga-lembaga penyelenggara bimbingan belajar. Namun, kita tak disarankan untuk terlalu berpegang teguh pada PG karena PG itu sangat dinamis dan ditentukan oleh tingkat keketatan dan perolehan nilai saat pelaksanaan.

  1. 7. Selalu Berprasangka Baik
Kalau kepolisian menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, maka kita haruslah menjunjung tinggi prasangka baik a.k.a. husnuzon. Ya, tentu kita selalu percaya pada hadits qudsi, bahwa Allah sebagaimana prasangka hamba-Nya. Maka berpikiranlah yang baik-baik agar segala yang terjadi pada kita adalah yang terbaik. Percayalah bahwa apa yang terjadi pada kita di hari ini, kemarin, atau yang akan datang adalah yang terbaik dan juga karena diri kita mampu menjalaninya. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ..." (Al-Baqoroh: 286).

  1. 8. Jadi Diri Sendiri
Menjelang pelaksanaan UN atau Ujian apapun, akan ada iming-iming kunci jawaban dan seterusnya yang akan sangat mengganggu stabilitas pemikiran kita di detik-detik menjelang hari H pelaksanaan. Maka bijak adanya jika kita mampu menyikapi iming-iming tersebut hanya sebagai angin lewat dan atau anjing menggonggong yang takkan pernah bisa menggigit kita *yang ini keras. Jangan terlalu serius :D Teguh pada kemampuan dan apa yang kita yakini, sebab menjadi diri sendiri adalah langkah awal mendewasakan diri kita sendiri. Mari saling mengingatkan dalam kebaikan :)

  1. 9. Saling Menghormati dan Menghargai
Sesama bangsa Indonesia, especially kaum terpelajar; seyogyanya kita saling menghormati dan menjunjung tinggi asas kesamaan dalam menyikapi perguruan tinggi. Tak ada yang lebih tinggi derajatnya; negeri atau swasta sama saja, bukan? Pada akhirnya, diri sendirilah yang akan menentukannya.

Demikian pembahasan pada kesempatan ini. Akhir kata, Semangat dan selamat berjuang Peserta UN 2015, Peserta SNMPTN 2015, Pejuang SBMPTN 2015, Pejuang UM, Simak, UTUL, SM, UMBPTN, dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta lainnya!

Terima Kasih atas Kunjungan Anda
Saat ini Anda Sedang Membaca : Kiat Bagaimana Kelas XII Dijalani
Ditulis Oleh : Rizki Cahyana
Jika mengutip sebagian dari artikel, harap memberikan Link DOFOLLOW yang menuju pada artikel Kiat Bagaimana Kelas XII Dijalani ini. Budayakan saling menghargai dan menjunjung tinggi antiplagiarisme.
Silakan berkomentar relevan dan tidak mencantumkan link aktif.

Admin - Official Blog of Rizki Cahyana

Comments
6 Comments

6 komentar:

  1. wah, wah ane udah lulus kuliah gan alias udah wisudah dan kiat-kiat agan ane aprove dah top dan pas.... sesuai dengan realita. :thumbup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Terima kasih sudah berkunjung.. :cool
      Selamat ya Gan :)

      Hapus
    2. wah gan tadi ane lihat komen balesannya pake link aktif .. padahal komentar bagus terpaksa ane apus, fair play dong gan heheeh :2thumbup

      Hapus
    3. Hehe. Mohon maaf dari saya kalau gitu, Gan..
      :iloveindonesia

      Hapus
  2. wah pas banget buat gue yang 2 tahun mendatang menuju kelas XII harus siap2 nih gue.

    BalasHapus

Copyright © Selamanya Hak Cipta Hanya Milik Allah subhanahu wataala
Owner at Official Blog of Rizki Cahyana : Rizki Cahyana
Created by Maskolis Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger